Awal tahun biasanya merupakan saat-saat yang menegangkan bagi sebagian siswa. Terutama siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada saat ini, siswa atau calon mahasiswa, akan mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi impian. Bisa ke kampus negeri, maupun ke kampus swasta.
Bagi
yang ingin kuliah di kampus negeri, ada tiga jalur yang bisa ditempuh. Yakni
melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri.
Mengutip
dari jadwal yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT)
yang dapat dilihat melalui laman http://www. ltmpt.ac.id,
Pendaftaran SNMPTN 2021 berlangsung dari tanggal 15-24 Februari 2021. Namun,
karena masa sanggah di perpanjang, jadwal pendaftaran juga berubah.
Sekolah
dan anak didik diminta untuk berperan aktif mengakses laman sebagaimana ditulis
di atas.
Menurut
penulis, jalur SNMPTN merupakan jalur emas atau jalur karpet merah. Jalur ini
calon mahasiswa tidak perlu ujian, hanya perlu menampilkan tanda bukti prestasi
yang telah diperoleh siswa selama di sekolah atau prestasi lain di luar
sekolah.
Oleh
sebab itu, sejatinya kampus negeri menggelar karpet merah bagi para juara.
Sehingga, jalur ini harus benar-benar dimanfaatkan.
Dulu,
jalur ini dikenal dengan istilah PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan).
Penulis juga alumni jalur ini.
Mengacu
dari pengalaman beberapa teman, peranan sekolah dan guru dalam mendaftarkan
siswanya melalui jalur ini sangat besar. Terutama dalam mengambil jurusan di
kampus yang akan diambil siswa.
Oleh
karena itu, mengambil jurusan kedokteran hewan menjadi salah satu solusi yang
bisa ditawarkan kepada siswa. Apalagi, jurusan ini sangat langka. Belum tentu
alumni sekolah menengah atau sekolah madrasah aliyah, ada yang menjadi dokter
hewan.
Alasan
mengapa mengambil jurusan ini salahsatu diantaranya adalah, jurusan ini adalah
satu rumpun dengan kesehatan (rumpun ilmu kesehatan). Alumninya akan menjadi
seorang dokter hewan dan jika ingin menjadi PNS (pegawai negeri sipil),
golongan masuk CPNS nya adalah golongan III-b (penata muda tk.I), bukan
golongan III-a (penata muda) selayaknya sarjana yang lain. Artinya, setingkat
lebih tinggi. Sebagaimana dokter umum, dokter gigi dan apoteker yang juga
sama-sama memulai golongan CPNS dari III-b.
Selain
itu, jurusan ini, alumninya relatif tidak ada yang menganggur. Karena peluang
praktik dokter hewan sangat terbuka lebar. Bahkan, seorang dokter hewan bisa
membuka praktik mandiri.
Di
Kota Batam misalnya, saat ini sedang banyak membuka lowongan kerja dokter hewan
untuk kerja di klinik hewan. Karena di Sumatera hanya ada 1 kampus yang membuka
jurusan ini, yakni FKH Unsyiah Banda Aceh.
Untuk
di pulau Jawa, di Jawa Barat, kampus yang membuka jurusan kedokteran hewan
adalah Fakultas Kedokteran (FK) Unpad dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB. Di
Yogyakarta, kampus kedokteran hewan dapat ditemukan di FKH UGM.
Namun
demikian, Di provinsi Banten, Jawa Tengah dan DKI Jakarta, belum ada satupun
kampus yang membuka jurusan ini. Maklum, syarat membuka kampus kedokteran hewan
adalah sudah memiliki Fakultas Kedokteran terlebih dahulu. Ini yang berat.
Namun, jika pemerintah provinsi mendorong, bukan tidak mungkin dalam waktu
dekat bakal dibuka kampus dengan jurusan kedokteran hewan di daerah itu.
Sebagaimana
Gubernur Riau yang mendorong dibukanya jurusan kedokteran hewan di Unri,
Pekanbaru. Bersyukur, saat ini, Fakultas Kedokteran (FK) Unri sedang tahap
persiapan pembukaan jurusan kedokteran hewan.
Sedangkan
di Jawa Timur, terdapat 3 kampus. Ada di FKH Unair, FKH UB dan FKH UWKS
(Universitas Wijaya Kusuma Surabaya).
Selanjutnya
di Bali dan Nusa tenggara, masing-masing memiliki 1 kampus, yaitu kampus FKH
Udayana, FKH Undikma (Universitas Pendidikan Mandalika NTB, sebelumnya bernama
Universitas Nusa Tenggara Barat/ UNTB) dan FKH Undana (Universitas Nusa Cendana
Kupang).
Di
pulau Sulawesi, kampus yang membuka jurusan kedokteran hewan hanya ada 1, yakni
Fakultas Kedokteran (FK) Unhas Makassar. Sedangkan di Papua, Maluku dan
Kalimantan, belum ada yang satupun kampus yang membuka jurusan ini.
Pembukaan
lowongan kerja ini juga terbuka di perusahaan-perusahaan obat dan vaksin.
Khusus untuk vaksin, PT. Bio Farma, merupakan salahsatu BUMN yang memiliki
dokter hewan.
Maklum,
vaksin sebelum diujikan ke manusia, harus diujikan dulu ke hewan dan yang
mengetahui kesehatan hewan coba, saat setelah di vaksin, kompetensinya ada di
dokter hewan. Semoga informasi ini bermanfaat.
*Penulis adalah drh. Iwan Berri Prima
Tulisan ini pernah dimuat di Koran Tanjungpinang Pos edisi Selasa, 9 Februari 2021