Dengan penuh keseriusan, tentu pertanyaan-pertanyaan itu kita jawab. Namanya orang bertanya, maka kita punya hak untuk menjawab. apalagi, pertanyaan itu bisa jadi menjadi pencerah atau menjadi informasi tambahan siapa tahu kelak anak, keponakan atau keluarganya ada yang mengambil jurusan kedokteran hewan.
Jawaban pertama, mengapa kuliah mengambil jurusan kedokteran hewan: Kedokteran hewan itu adalah profesi dokter, yang sama diakuinya seperti halnya dokter umum dan dokter gigi. Jadi kalo mengambil jurusan kedokteran hewan ya tujuannya mau menjadi seorang dokter. Dokter hewan.
Kemudian setelah menjadi dokter hewan, mau apa? nah, pertanyaan ini sebenarnya tidak mutlak ditanyakan hanya untuk kita yang mengambil jurusan tertentu di kampus, tapi sebenarnya pertanyaan yang ditujukan untuk semua anak yang telah menyelesaikan perkuliahannya dikampus. apapun jurusannya. Mau sarjana perikanan, sarjana peternakan, sarjana kehutanan dan bahkan dokter umum dan dokter gigi sekalipun. Setelah lulus, mau apa?
Kalau dokter hewan, ada dua pilihan, pertama, buka usaha sendiri. Buka praktik/ klinik hewan mandiri. atau kedua. Kerja dengan orang lain / instansi lain / kerja sebagai abdi negara. Hal ini karena, dokter hewan adalah profesi. Bisa membuka layanan keprofesiannya untuk melayani masyarakat. baik statusnya sebagai owner maupun sebagai karyawan atau patner. oleh karena itu, ini sebenarnya kunci penting bagi adik-adik yang kebingungan mau ambil jurusan apa saat lulus SMA nanti?. Pilihlah jurusan yang membuka peluang dua pilihan. Bisa praktik sendiri (diakui kewenangan dan otoritasnya) dan bisa bekerja dengan pihak lain atau peluang lowongan kerja banyak pilihan di berbagai perusahaan atau instansi lain. Seperti dokter (umum, gigi dan hewan), apoteker, bidan, pengacara/advokat, PPAT dan lain sebagainya.
Khusus untuk dokter hewan, taukah anda, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner bahwa setiap daerah wajib memiliki pejabat otoritas veteriner yang berkenaan dengan urusan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dan pejabat otoritas itu harus seorang dokter hewan. Artinya, peluang anda menjadi PNS (abdi negara) kedepan cukup terbuka.
Jawaban kedua. Dokter hewan mengambil keuntungan dari derita hewan. Terus terang, ini bukan pertanyaan, tapi lebih menjadi pernyataan. Sekarang kita lihat, bagaimana mungkin seorang dokter hewan justru mengambil keuntungan dari derita hewan? justru hewan melalui kliennya yang membutuhkan pertolongan dokter hewan. Lihat saja dokter umum, apakah ketika orang sakit, dan kemudian mereka membayar atas balas jasa itu dinyatakan sebagai upaya pengambilan keuntungan? Kalo itu cara fikirnya, maka sama saja dengan orang buka kedai makan itu hanya ingin mengambil keuntungan atas orang-orang yang sedang kelaparan? karena kelaparanlah dia mencari makanan dan tempatnya adalah kedai makan. dalam konteks ini, intinya, tidak ada yang dirugikan. karenanya tidak bisa diambil kesimpulan yang mengarah pengambilan keuntungan sepihak.
selain itu, taukah anda, profesi dokter hewan menjadi penting dan semakin dibutuhkan karena saat ini semakin banyak penyakit pada hewan yang sangat mengancam kesehatan masyarakat. Bahkan karena itu, kedokteran hewan saat ini masuk dalam ruang lingkup rumpun ilmu kesehatan ditataran perguruan tinggi. Bukan lagi masuk rumpun ilmu hayat - pertanian seperti zaman dulu.
Kalau sudah rumpun ilmu kesehatan, rasanya tinggal nunggu waktu saja untuk kemudian dokter hewan menjadi bagian dari tenaga kesehatan. Semoga!
